BERKATA MAKA JADI BERSALAH
Kisah Para Rasul 5:1-5 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
PELAJARAN :
- Ada kelayakan dalam bentuk jumlah yang seharusnya diberikan kepada Tuhan yang juga seharusnya sang pemberi mengetahui itu (seharusnya Ananias layak memberikan seluruh penjualan tanah itu kepada rasul sebagai pemberian kepada Tuhan).
- Menjadi sebuah kesalahan besar ketika nilai sebagian dikatakan seluruhnya (mungkin tidak akan ada hukuman seberat itu jika Ananias dan Safira jujur apa adanya terhadap fakta yang sebenarnya).
- Seharusnya Safira mengingatkan suaminya dan bukan malah bersekongkol ikut menipu (jika Safira jujur mungkin dia tidak ikut dihukum sampai meninggal).
APLIKASI :
- Berbagai persembahan bisa kita lakukan dengan sukarela dan tanpa perhitungan tertentu misalnya persembahan ucapan syukur, tetapi kejujuran kata-kata dan penulisan yang harus diperhatikan.
- Lain dengan hal persembahan sulung dan persepuluhan, kita harus hati-hati karena ada perhitungan yang harus jujur. Buah sulung adalah seluruh jumlah hasil pertama, persepuluhan adalah 10 persen dari penghasilan bersih (hati-hati menyebut buah sulung dan atau persepuluhan jika secara jumlah yang diberikan tidak sesuai perhitungan).
Gbu.
-ysp-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar